FILM ‘Basahhh’ Tayang Agustus 2008
JAKARTA, (23-31/8), FILM Bashhh, karya dari penulis muda Nucke Rahma, akan beredar 14 agustus 2008 besok di bioskop kesayangan Anda. Film garapan sutradara Haikal ini, melibatkan bintang-bintang remaja yang sedang naik daun.
Film keluaran rumah produksi Starvision ini, akan mencetak kembali seperti keunggulan film sebelumnya yang laris manis, XL Extra Large, sebuah film komedi seks ini menjadi perbincangan.
Produser Starvision Cand Parwez mengatakan, film ‘Basahh’ ini, diangkat dari sebuah fenomena remaja saat ini, yang gandrung para remaja ingin tahu dunia yang baru dimasukinya.. “Saya melihat anak saya yang beranjak remaja. Banyak akses untuk dia mencari tahu soal sexs. Saya pikir, sudah saatnya ada film atau ilustrasi untuk menyampaikan pesan moral soal seks remaja itu,” ujar Parwez di sela peluncuran film Basahhh di Plazanet Hollywood.
Produksi film ini juga penuh dengan pertimbangan. Parwez melakukan self sensorship dari tulisan Nucke Rahma. Penulisan yang dibuat Nucke selama 10 bulan, kabarnya.
“Ini film komedi seks, tapi tetap dalam karidor agar bisa ditonton keluarga. Bahkan sewaktu menerima tawaran film ini, orangtuanya masing-masing sempat cemas, karena para pemain masih pelajar,” kata Parwez.
Bintang-bintang dalam film ini, diantaranya Esa Sigit, Kevin Julio, Irshadi Bagas, Sakurta Ginting dan Yuki Kato. Dalam film ini Bagas berperan sebagai Dimas. Bagas sendiri ngaku, baru pertama kali mendapat peran seunik ini.
Film ini menceritakan tentang tiga sahabat Esa dan Kevin serta Ojan, yang telah memasuki masa puber. Mereka telah lalui mimpi basah, dan pernah kaget. Kini, tinggal Didot yang belum merasakan mimpi basah. Didot bingung dan panik (hais).
TONTONAN SINETRON SUDAH MENJENUHKAN PEMIRSA TEVE
Jakarta, (23-31/8)
Tontonan sinetron teve sudah taraf menjenuhkan. Dari berbagai tontonan teve yang menjenuhkan tersebut mulai dari anak-anak mau pun sinetron dewasa.
Pengamat televisi Hakim Moestaf mengatakan, perlu adanya pembenahan yang kreatif dari insan pesinetronan televisi agar tema-tema yang diangkat tidak membosankan.
Tontonan televisi yang membosankan bisa menurunkan daya penangkapan terhadap isi dan ide cerita, karena alur dalam sintron tersebut yang kerap mudah ditebak dan cerita yang membluder.
Sinetron yang inovatif masih sukar di dapat di stasiun teve nasional dan lokal, hal ini disebabkan faktor penulis, sutradara dan pemilik modal para pesinetron tersebut masih dikuasai pemilik modal yang sama.
“Seharusnya mereka mampu memberikan nuansa inovatif dalam pembuatan sinetron, hal ini agar mampu ditangkap penonton dengan nuansa yang berbeda,” kata pria yang juga mantan wartawan intertaiment.
Tahun depan rating sinetron akan turun bila tidak ada perubahan yang dilakukan pihak kretor sinetron, hal ini perlu dikaji. (q )




























