BLOGSPOT KOMUNITAS VILA MUTIARA 29-4 Sep 2008

WARGA MUTIARA BOGOR KECELE

Bogor, (29/8/8)
Warga Perumahan Villa Mutiara Bogor (VMB) kecewa atas pengaspalan ulang yang dilakukan pengembang tidak merata. Pengaspalan yang dilakukan pihak ISPI selaku Devloper perumahan tersebut hanya dilakukan di Blok A saja, padahal warga blok lain mengharapkan pengaspalan ulang merata.

Kekecewaan itu diutarakan ND, seorang warga blok D atas rencana pengaspalan yang tidak berlanjut di blok lain. Di blok D kondisi jalan lingkungan sudah rusak para setelah pihak pengembang melakukan pengaspalan pertama Empat tahun silam. Akibat kerusakan itu, warga kerab mengeluhkan kondisi jalan lingkungan di Vila Mutiara Bogor.

Kawasan jalan utama di VMB terjadi juga kerusakan yang parah. Warga mengeluhkan kondisi tersebut, karena jalan utama itu sebagai jalan akses ke blok-blok lain di perumahan tersebut. Sayagnya pihak pengembang yang dihubungi WM tidak bersedia memberi komentar. (h)

KAUM IBU PROTES JATAH AIR BUAT SATPAM BLOK A VMB

Bogor, (29/8)
Kaum ibu warga Blok A Vila Mutiara Bogor (VMB) protes kebijakan piket pemberian air buat satpam perumahan tersebut. Mereka menilai, kebijakan itu diambil sepihak dan tidak melakukan kordinasi pada kaum Ibu.

Kaum Ibu yang diwakili Wulan dari blok A9 menyebut, kaum Ibu tidak dilibatkan untuk dimusyawarakan, kendati pun ada, hal itu bersifat pemberitahuan di tengah acara Tahrib Ramadhan pekan lalu, Menurut Wulan bukan persoalan kewajiban memberikan minumannya, tapi cara selama ini yang dilakukan Rt Kasyan selalu sepihak.

Wulan bahkan mempertanyakan janji Rt Kasiyan yang akan menurunkan iuran Rt dari 15 Ribu rupiah menjadi 10 Ribu rupiah beberapa tahun silam. Selama ini janji itu dipegang kaum Ibu, karena kasiyan menjanjikan, bila jumlah melebihi 80 Kepala Keluarga nilai iuran Rt dikurangi.

Selama ini warga dikenai sumbangan air bersih 10 Ribu rupiah, iuran Rt 15 Ribu rupiah, Kematian 2500 rupiah. Belum lagi sumbangan sakit, sumbangan event, sumbangan majelis ta’lim dan sumbangan masjid massya, dan sumbangan insidental lain.

Tahun kedua Rt Kasiyan, 2005 telah dilakukan poling warga terhadap berbagai kebijakan Rt. Di situ disebutkan, warga mengeluhkan sumbangan tanpa musyawarah dan koordinasi Rt. Namun hal itu kerap terulang.

Kasiyan mengaku kebijakan sumbangan sudah dilakukan melalui rapat pengurus, dan sudah disosialisasikan dengan pengumuman di Tahrib Ramadhan serta menyebarkan edaran. (h)