Umurnya 23 tahun Sudah jadi Pengusaha
By Stefanus
BOGOR- Umurnya baru 23 tahun sudah menjadi pengusaha. Dialah Elang Gumilang, mahasiswa Intitut Pertanian Bogor (IPB). Wajah fress, senyumnya lepas. Itulah karakter yang dapat WM tangkap ketika menjumpainya di proyek pembangunan Rumah Sehat Sederhana, (RSS), dibilangan Ciampea Bogor, Jawa Barat.
Proyek ini adalah patungan antara dirinya dengan beberapa kawannya. Demikian Elang berucap. Ia bermimpi, proyek ini dijadikan lahan perumahan khusus bagi penduduk setempat yang tidak mampu memiliki rumah tinggal tetap.
Elang adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ia lahir dari pasangan H. Enceh dan Hj. Priyanti. Tubuh kecil lelaki kelahiran Bogor 6 April 1985, itu terlihat energik mengamati struktur bangunan rumah-rumah mungilnya.
Bukan hanya tubuhnya yang lincah, cara bercakap Elang pun sangat cepat. Ditengah hujan lebat, Elang mengisahkan berbagai perjalanan jatuh bangun kehidupannya merintis usaha properti kecil-kecilan.
“Ini usaha kecil-kecilan, karena sebetulnya, saya memiliki impian besar, bagaimana orang-orang muda seperti saya ini bangkit bersama membangun negri ini,” ujar Elang.
Ia menganggap keserakahan sebagian besar pemilik modal di negri ini sudah tidak terbenndung lagi. Rumah untuk si miskin di ujung perbukitan yang jauh dari keramaian kota, bahkan boleh dibilang rumah terpencil, yang kini mendapat subsidi pemerintah pun sangat diminati konglomerat. Hanya satu kata “investasi” masa depan.
“Padahal kalau di pikir-pikir, tidak mungkinkah seorang berpenghasilan besar yang biasa bergemilang harta bakal melirik rumah mungil di pedesaan. Dan kalau keserakahan terus yang terjadi di negri ini, kapan jutaan orang miskin bakal memiliki rumah?” tanya Elang Gumilang yang tahun 2007 silam mendapatkan penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Bank Mandiri.
Di IPB ini studynya baru saja rampung. Ia mengambil jurusan Ekonomi Management. Bukan suatu alasan ia mengambil jurusan itu, karena memang Elang punya jiwa enterpreneurship yang tinggi.
Semangat kewirasuastaannya sudah tercermin dari ia mulai duduk di bangku SMA. Sambil bersekolah, Elang berbisnis donat. Selain itu juga ia menjajakan roti. Lumayan lah, seminggu Elang bisa mengantongi uang 50 Ribu rupiah. Bukan nilai yang kecil saat itu, ujarnya mengenang.




























