Kongres Budaya Akhir 2008 di Kota Gue
Betapa senangnya gue, pagi ini Kota Bogor, tempat tinggal gue menjadi tuan rumah sebagai Kongres Kebudayaan Indonesia 2008. Acara itu mengusung tema "Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian Menuju Kesejahteraan". Acara spektakuler itu berlangsung 10-12 Desember 2008 silam.
Acara itu diikuti sekitar 500 budayawan dan seniman dari seluruh Indonesia dan mereka berkumpul di Hotel Salak Bogor. Di acara itu, hadir pula sejumlah media massa, aktivis LSM serta para pejabat tinggi republik ini, semisal Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Mentri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.
Kalo kagak salah, ada 16 tema yang di bahas pada acara tersebut. Diantaranya kebijakan dan strategi kebudayaan film dan seni media, warisan budaya, sastra, hak atas kekayaan dan intelektual (HAKI), pendidikan, media massa, seni pertunjukan, ekonomi kreatif dan industri budaya.
Ini hajat besar man, hajat yang gue bilang patut dibanggakan, bahwa Kota Bogor, tempat gue tinggal berkesempatan menjadi tuan rumah Kongres Kebudayaan Indonesia. Artinya, Kota gue kan bener-bener di perhatikan. kagak sia-sia kan gue kampanye soal Kota Bogor nan indah ini.
I love Bogor. Kota hujan tempat gue refeshing dan mencari ide. Kota yang kaya dengan pohon-pohon rindang, dan cewek-cewek yang cantik nan belia. Udaranya yang masih sejuk, dan banyaknya janda-janda muda (ha... ha... ).
Kota gue, banyak gosip, ada Pasha Unggu yang mau di ceriakan istrinya, ada 2 mentri yang rumahnya di Bogor. Ada hotel yang kerap tempat transit. Ad a resto yang murah tapi asoy. Wah... Bogor pokoke Kota Seribu Cerita. Dan mulai edisi ini, Anda gue ajak untuk mengenali Kota gue tinggal.
Betapa senangnya gue, pagi ini Kota Bogor, tempat tinggal gue menjadi tuan rumah sebagai Kongres Kebudayaan Indonesia 2008. Acara itu mengusung tema "Kebudayaan untuk Kemajuan dan Perdamaian Menuju Kesejahteraan". Acara spektakuler itu berlangsung 10-12 Desember 2008 silam.
Acara itu diikuti sekitar 500 budayawan dan seniman dari seluruh Indonesia dan mereka berkumpul di Hotel Salak Bogor. Di acara itu, hadir pula sejumlah media massa, aktivis LSM serta para pejabat tinggi republik ini, semisal Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Mentri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.
Kalo kagak salah, ada 16 tema yang di bahas pada acara tersebut. Diantaranya kebijakan dan strategi kebudayaan film dan seni media, warisan budaya, sastra, hak atas kekayaan dan intelektual (HAKI), pendidikan, media massa, seni pertunjukan, ekonomi kreatif dan industri budaya.
Ini hajat besar man, hajat yang gue bilang patut dibanggakan, bahwa Kota Bogor, tempat gue tinggal berkesempatan menjadi tuan rumah Kongres Kebudayaan Indonesia. Artinya, Kota gue kan bener-bener di perhatikan. kagak sia-sia kan gue kampanye soal Kota Bogor nan indah ini.
I love Bogor. Kota hujan tempat gue refeshing dan mencari ide. Kota yang kaya dengan pohon-pohon rindang, dan cewek-cewek yang cantik nan belia. Udaranya yang masih sejuk, dan banyaknya janda-janda muda (ha... ha... ).
Kota gue, banyak gosip, ada Pasha Unggu yang mau di ceriakan istrinya, ada 2 mentri yang rumahnya di Bogor. Ada hotel yang kerap tempat transit. Ad a resto yang murah tapi asoy. Wah... Bogor pokoke Kota Seribu Cerita. Dan mulai edisi ini, Anda gue ajak untuk mengenali Kota gue tinggal.




























