Hanyut Rasa di masjid Kuba Emas

Mengunjungi masjid Dian Mahri ‘Kuba Emas’ bukan yang kali pertama. Sebelumya sudah tiga kali datang kemari. Tapi, kali ini lebih merasakan keyakanku pada atmosfir masjid itu

.

Ini kali pertama untuk sholat Jum’at berada di masjid ‘kuba emas’, walau bukan yang pertama untuk berada di sini. Kali pertama jum’atan di sini, bikin aku hanyut dengan tausiah, dan pembacaan surah-surah makiah. Aku seperti bukan berada di masjid itu, tapi di bawa perasaan di masjidil Harram.


Aku juga mengagumi arsitektur akan masjid kuba emas itu. Begitu indah, membawa pada arsitektur Timur Tengah, yang selama ini aku tahu dari layar televisi.


Demi Allah, aku jadi ingin pergi ke rumah Allah. Tapi, aku juga tidak tahu, kapan kah aku bisa datang ke tanah suci. Tahun ini kah, tahun depan kah... atau tahun kapan saja yang tidak aku ketahui kerahasian-Nya.


Aku tertegun, dan berada pada sebuah mimpi, bersama jama’ah lain yang ta’jub akan masjid ini. Seperti, kekaguman ibu-ibu yang berebut masuk ke dalam ruag mimbar utama, yang harus rela antre berjam-jam di tengah terik matahari Limo, Kota Depok, Jawa Barat.