AXITRIO KIBARKAN LAGU BATAK
Jakarta, (18/9/08). SENANDUNG lagu Batak kembali menggema diseantro ini. AXITRIO selaku personil seniman Batak Ibukota Jakarta, meluncurkan album pamungkasnya ILU DI LANGGATAN. Lagu ini mengisahkan tentang tangsisan di altar. Kisah dari sebuah kekecewaan seorang pengantin pria yang saat hendak menerima pemberkatan di depan altar pengantin wanita meninggalkannya. Akibatnya pengantin pria menanggung malu yang tidak terkira karena akan menjadi bahan cerita buat dia dan keluarga sepanjang hayatnya.
Ronny Tambunan manager AXITRIO mengatakan, selain ilu DILANGGATAN ciptaan Jhon H. Silitonga (Personil dari AXITRIO), albumnya juga menampilkan tembang-tembang lainnya, seperti Tona, Marsianjuanma, Aha do Alana, Dang Ala Gogo, Lao Maho, Bunga Ni Holong dan Asu Mangorong.
Album ini diyakini diterima pasar, karena rindunya masyarakat terhadap lagu-lagu Batak. Produser ILU DI LAGGATAN, Ronny Tambunan dari Tambara Pro yang menjadi Manager AXITRIO mengharapkan Album ILU DI LANGGATAN dapat mewarnai lagu-lagu Batak di Tanah Air.
Ronny yakin, lagu ini diterima masyarakat karena diyakini AXI TRIO memiliki penguasaan tekhnik menyanyi yang baik dan power vokal yang tidak kalah dari trio-trio Batak yang ada di Tanah Air, terlebih suara khas tinggi dan melengkung yang memiliki Royal Sitorus akan membuat pendengar lagu Batak terhibur.
ILU DILANGGATAN memproduksi Sepuluh Ribu copy dan Lima Ribu copy kaset dengan harga jual di pasaran CD 15 Ribu rupiah perkeping dan 17 Ribu rupiah satu kaset. Ronny berharap pangsa pasar dapat menyerap dengan permintaan tinggi, sehingga dapat mengcopy lebih banyak lagi.
Album ILU DI LANGGATAN di produksi Tambara Pro dan Berkat Jaya Mandiri sebagai Disdtributor. Album ini juga sebagai langkah pengembangan budaya Batak Tanah Air.
CEGAH PEMBAJAKAN
Kekhawatiran manajemen AXITRIO dalam peluncuran ini adalah pembajakan. Karena bila terjadi pembajakan akan merugikan seniman, produser dan negara.
"Saya serahkan soal pembajakan pada polisi," kata Ronny.
Pembajakan akhir-akhir ini kian marak, namun Ronny berkeyakinan pembajak tidak akan melakukan itu. "Berapalah penghasilan kami. Bila harus dibajak," katanya menutup pembicaraan. (hais)
Ronny Tambunan manager AXITRIO mengatakan, selain ilu DILANGGATAN ciptaan Jhon H. Silitonga (Personil dari AXITRIO), albumnya juga menampilkan tembang-tembang lainnya, seperti Tona, Marsianjuanma, Aha do Alana, Dang Ala Gogo, Lao Maho, Bunga Ni Holong dan Asu Mangorong.
Album ini diyakini diterima pasar, karena rindunya masyarakat terhadap lagu-lagu Batak. Produser ILU DI LAGGATAN, Ronny Tambunan dari Tambara Pro yang menjadi Manager AXITRIO mengharapkan Album ILU DI LANGGATAN dapat mewarnai lagu-lagu Batak di Tanah Air.
Ronny yakin, lagu ini diterima masyarakat karena diyakini AXI TRIO memiliki penguasaan tekhnik menyanyi yang baik dan power vokal yang tidak kalah dari trio-trio Batak yang ada di Tanah Air, terlebih suara khas tinggi dan melengkung yang memiliki Royal Sitorus akan membuat pendengar lagu Batak terhibur.
ILU DILANGGATAN memproduksi Sepuluh Ribu copy dan Lima Ribu copy kaset dengan harga jual di pasaran CD 15 Ribu rupiah perkeping dan 17 Ribu rupiah satu kaset. Ronny berharap pangsa pasar dapat menyerap dengan permintaan tinggi, sehingga dapat mengcopy lebih banyak lagi.
Album ILU DI LANGGATAN di produksi Tambara Pro dan Berkat Jaya Mandiri sebagai Disdtributor. Album ini juga sebagai langkah pengembangan budaya Batak Tanah Air.
CEGAH PEMBAJAKAN
Kekhawatiran manajemen AXITRIO dalam peluncuran ini adalah pembajakan. Karena bila terjadi pembajakan akan merugikan seniman, produser dan negara.
"Saya serahkan soal pembajakan pada polisi," kata Ronny.
Pembajakan akhir-akhir ini kian marak, namun Ronny berkeyakinan pembajak tidak akan melakukan itu. "Berapalah penghasilan kami. Bila harus dibajak," katanya menutup pembicaraan. (hais)




























