Gas Elpiji yang Hilang ditemukan Polisi
Hais Quraisi
Kasihan ya? Udah kebutuhan pokok yang mahal, pendapatan Ibu Rumah Tangga yang tidak bertambah, masih aja ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab menghalalkan segala cara. Nah, diantaranya adalah sulitnya ibu-ibu rumah tangga yang mencari gas elpiji Pertamina.
So, ibu-ibu jadi sangat tertekan. Kalo aja kagak kuat-kuat iman, para kaum hawa ini banyak yang stres. Betapa tidak! Udah Pemerintah ‘ngilangin’ minyak tanah bersubsidi, sampe harus membayar kesabaran tuk dapaetin yang namanya api. Hua... capeek, deh.
Di Media Massa, para pejabat Pertamina juga seakan-akan berlagak pilon. Kagak ngerti apa yang bergejolak di pasar. Kemana, ya mata dan telinga mereka? Para Ibu-ibu pun jadi naik pitam. Kalo ibaratnya film kartun, kepalanya tuh udah pada ngepul nahan emosi.
Alhamdullilah, deh! Ibu-Ibu sedikit agak lega. Kemaren 14 November 2008, Satuan Sumber Daya dan Lingkungan (SUMDALING), Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya nangkep sembilan orang yang di duga ngelakuin tindak pidana. Yaitu memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan berat, ukuran, takaran, timbangan dengan jumlah yang tidak semestinya.
Kata Kepala SAT SUMDALING, AKBP Rudi Setiawan. Mereka ditangkap di Cikarang Bekasi, dan Tangerang, Banten. Mereka bisa dikenakan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 32 ayat (2) UU RI No.2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal.
Gas elpiji yang dikurangi dan ditimbun para tersangka itu, diantaranya isi tabung gas elpiji ukuran 12 kg. Masing-masing tabung antara 2 sampe dengan 3 kg, serta mengosongkan gas elpiji ukuran 3 kg, dan hasil pengurangan dan hasil pengosongan, dimasukin ke dalam tabung kosong ukuran 12 kg yang udah disiapkan oleh para pelaku. Kemudian hasil pengurangan, dijual tersangka kepada konsumen. Jahat ya?




























