Jatuh Cinta lagi Kagak Enak

JATUH CINTA- sejuta rasanya. Tapi, kalau jatuh cinta dalam posisi sudah punya keluarga. Yang paling tersiksa bukan keluarga kita, tapi diri kita sendiri. Jatuh cinta memang bisa bikin kita berbunga-bunga, lebih punya bit. Tapi.. lebih pada kesemuan. Maunya ada selalu dia. tapi dia kan belum tentu. Dia sudah tahu kita punya keluarga. Kecuali bila wanitanya juga tak persoalkan hal itu sebagai rintangan. barulah kita bisa jalani kebahagiaan. Tapi tidak untuk keluarga kita.

Jangan jatuh cinta lagi, begitu yang Deni bilang, pada WM, ini persoalan hati, bung. Hati kita kan cuma satu, kalau eror satu, produktifitas kita pun tidak lagi mempuni. "Wah, kapok saya jatuh cinta lagi, ini pada posisi kita sudah menikah. Maka janganlah."

Mas Dono, seorang wartawan harian senior di Jakarta, berpendapat sama. jangan main api deh sama yang namanya jatuh cinta. cari idola lain di luar rumah. Kalau jatuh sakiiit, bung.

"Hiduplah kita pada tatanan yang wajar. konsentrasikan diri pada kelayakan hidup yang semestiny," ujar pemilik donnews.blogspot.com ini.

Sapuji bernada sama, pria energik ini, pernah di coba oleh perasaannya. yaitu, mendekati gadis di kantornya. Perjuangannya luar biasa. Namun, setelah dia sadari segala bentuk resiko jatuh cinta lagi. Wah, kagak bisa deh dibayangkan.

Lebih baik jangan main api, begitu Sapuji, yang juga seorang wirasuastawan. Ia bilang, main cinta lagi, berarti membunuh kribilitas kehidupan rumah tangga sendiri.


KEJENUHAN

Penyebab hancurnya rumah tangga, memang dari berbagai aspek, istri yang tak lagi hangat di rumah, atau kebutuhan seks yang menjenuhkan. Antara suami-istri. Begitu, Kadir utarakan dalam melihat aspek jatuh cinta pada orang lain pasca berumah tangga.

Kita coba deh, lihat bagaimana kehidupan berantakannya rumah tangga. Pasti karena faktor2 tersebut. Titik kejenuhan ini bisa dirasakan pada siapa saja. Pada Anda mungkin juga pada saya.