Walah... Adit siap di duakan kalau punya pacar mirip seperti Cinta. Novelblog yang tengah ia setujui fotonya tampil sebagai Fahim. "Gue tidak bisa maksa cewek kan, untuk milih gue sebagai cowoknya. Atau dia mau married sama gue," kata pria yang lahir 3 November 1985.
Itulah Adit, pria sarjana perhotelan universitas Trisakti, Jakarta, yang baru saja memilih urus rumah makan di Bekasi ketimbang menjadi Counsultan Finance yang bergerak di bursa valas, Menara Tamrin, Jakarta.
Adit sendiri mengagumi tokoh Cinta dalam Novelblog 'Biarkan Cinta Memilih'. Cinta sangat baik hati. Ia memilih cowok lain, sebagai manusia wajar, apalagi dengan alasan kemanusiaan.
Pria pengemar cah kangkung ini pun bertanya, "Apakabarnya pacar gue di Novelblog itu? Sambil malu-malu."
"Maksud loe Ais?"
"Ya, Faizah Zuhdi."
"Ya, dia baik-baik saja."
Rupanya, Adit pingin kenal lebih jauh dengan Faizah Zuhdi, tapi kagak enak sama gue. He.. he..
"Ok, Dit. Dia baik. Tapi sibuk, kabar terakhir liburan ke rumah nyokapnya di Cerebon. Kemarin syuting di Jawa dan Sumedang. Gue masih berkomunikasi terus kok."
Gue kenal Adit dari Indra. Gue pikir karakter cowok itu mirip Fahim dalam Novelblog gue, kagak ada salahnya kan gue 'tembak' dia untuk jadi model fiksi gue. Kagak pake riweh, istilah Faizah Zuhdi. Adit kagak maslah foto-fotonya jadi model Novelblog gue.
Adit punya cita-cita ingin jadi orang sukses. (la iya lah, gue juga gitu, Dit). Makanya dia mau terus bekerja keras untuk masa tuanya. Kini dia tengah menunggu lamaran perusahaannya kagak dia cerita di Jogja. Lah... emang kenapa jadi konsultan keuangan?
Tidak ada yang Berubah dari Faizah Zuhdi
Sebagai penulis blog, yang juga menulis Novelblog 'Biarkan Cinta Memilih", tentu saja saya khawatir, Faizah Zuhdi yang biasa di sapa Ais itu tiba-tiba membatalkan fotonya di blog itu. Ternyata tidak. "Bang Hais, aku tidak berubah."
Wah, senang banget. Tapi, gue juga serba salah. karena posisinya sebagai wanita yang workkolik. Hampir agenda hidup cewek lajang ini untuk bekerja di Trans7. Pagi sampai larut malam. Kalau di telpon siang, Ais liputan, sore, rapat. Malam, jaga editan. Tengah malam.
Wah... suaranya sudah mendesah.... "Mas aku udah mau tidur... nanti jam tiga harus menulis naskah..."
Bagaimana ya, kalau aku jadi pacarnya? Wah, kagak riliks kali. Pacaran sambil jaga editan... Eh he... asyik juga. karenanyalah wanita berkerudung modis itu milih pacar teman sekantornya. Siapa tuh.... ?
Wanita 26 tahun silam ini hobby banget makan bakso. Enak dong jadi cowoknya. Tak perlu nongkrong di J.Co. Makan aja bakso, simple. Kendati bersahaja, Ais tidak mudah dijumpai. Sibuk dan protek. Itu terlihat bagaimana cara ia memilih waktu untuk pribadinya, kerjaannya, dan keluarganya.
Ais memang beda dengan yang gue kenal dulu. Agak 'bocor'. Dulu... aku ingat, waktu film 'Ayat-ayat Cinta' beredar dibioskop, dirinya pernah berkilah. "Mau lihat yang jadi Aisah?'
Aku lihat dia agak centil, menunjukan dirinya sebagai Aisyah. Mentang-mentang berkerdung. lalu dia juga masih puber. Di kantor gue, pake nanya polisi yang ganteng. Kagak pandang Arif yang masih bujangan. He... he....
Kini Faizah Zuhdi sudah menjadi wanita yang modis dan karierrr abiiiissss. Tapi gue dukung, kok. Gue sayang sama kamu, seperti juga gue menyayangi kekasih gue... ha.... ha.... (jangan diambil ati bro. ini obrolan warung kopi).






























