Kiprah



IDI Tidak Melarang Anggotanya ke Palestin

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak melarang anggotanya untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan di Palestina. Aksi ini memang murni membawa misi kemanusiaan akibat invasi Israel ke Gaza.


Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof.DR. Fahmi Idris membenarkan pernyataan itu. Namun secara intitusi, IDI tidak membuka layanan aksi kemanusiaan itu. Namun, IDI tidak melakukan pelarangan terhadap aksi solidaritas yang dilakukan sebagian tim medis dan kedokteran ke Palestin.

“Hendaknya, yang berangkat ke sana adalah para tim dokter dari tentara. Mereka lebih memahami medan petempuran ketimbang dokter dari kalangan sipil,” ungkap Fahmi pada Hais Quraisi di kantor IDI belum lama ini.


Memprihatinkan:

Sejumlah warga Palestina yang menjadi korban agresi militer Israel bergelimpangan di Rumah Sakit (RS) Militer ‘Ratu Alia’ Amman, Yordania. Kondisi mereka sangat memprihatinkan.

Mereka umunya mengalami luka sangat serius, seperti kaki hancur akibat terkena serangan bom. Delegasi Indonesia yang datang membawa bantuan obat-obatan merasa sangat terenyuh melihat korban keganasan tentara Israel.

Tim Aju yang dikrimkan pemerintah Indonesia membawa bantuan kemanusiaan berupa dua ton obat-obatan. Selain itu, Tim Indonesia juga tengah mempersiapkan menderirikan Rumah Sakit Lapangan bagi rakyat Palestina. Kedatangan delegasi Indonesia disambut Direktur Utama RS Militer Ratu Alia Letjen dr. Hasan Malkawi, dari Tanah Air mereka dilepas Mentri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari.