Usaha di Mulai Karena Hobby

Hobby kenalanku ini makan. Sebenarnya bikin kantong bolong. Namun, Irma Trisnayanti bersama suaminya memang hobby makan. Mau 'gimana lagi. Sop buntut adalah pilihannya. Lalu "Sang suami bilang sama aku, kita jualan aja, yuk." Gayung pun bersambut. Istri Indra ini mengamini.
Bukan tidak ada rintangan. Ternyata nyari bahan bakunya susah. "Kami cari sana-sini buntut sapi, ampun susahnya. Tapi, sekarang sudah ada pemasoknya. Usaha lanjut," kenang Irma yang sibuk dengan ide-ide cemerlangnya yang lain.

Resto Dapur Buntut sebagai ladang usahanya ini, ia tekuni bukan perkara mudah. Untuk memulai usaha ini, dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan fokus. Tanpa semua itu, bulsit. Percaya deh! Irma bilang. Faktor ketekunan berperan dalam membangun usahanya dibidang kuliner.

Irma Trisnawati, memiliki resep tersendiri dalam upayanya membangun image di bidangnya ini. Pertama faktor keramahan, kesenangan dengan orang lain, dan mau mendengar keluhan pelanggannya. "Kami tetap menetapkan Tamu adalah Raja." Jadi harus cepat menangani permintaan tamu. Apalagi komunitas penyuka buntut itu kan tersendiri. Berapa pun dia bayar, asal enak apalagi harga ongkos kesenangannya itu, ia bayar dengan murah. Tak lari dia ke lain hati. (ha... ha... ) tawa Irma berderai.