Perjalan yang Melelahkan
Ini benar-benar perjalanan yang melelahkan. aku sudah mencoba cari tahu makna dari perjalan ini, tapi sia-sia. Apa yang aku pijak pun tidak lagi terasa bermakna, bagaimana mungkin bisa aku lanjutkan perjalanan dengan tenang.
Aku resah, aku gelisah. Tidak ada lagi tempat aku mengadu. Burung dan rumput tak lagi pernah mampu bersahabat denganku. Apa sebenarnya gerangan yang terjadi? Semua nisbi. Tapi aku tidak mampu menterjemahkan itu sebagai tuntunanku.
Perjalanan ini begitu melalahkan, sampai-sampai aku lupa, kalau perjalanan ini sebenarnya memiliki arti. Tapi siapa yang tahu dengan hal ini. Yang sedang aku rasakan saat ini hanya duka nestapa. Diantara ke zholiman manusia pada apa yang mereka miliki.
Mobil yang berseliweran, polusi udara yang tak lagi bersahabat, tak mampu lagi membawa aku pada impian perjalan ini. Walau sudah diujung mataku, tapi mungkinkah terwujud dari upaya aku merangkak dan berjalan.
Minggu
Label:
sastra




























