Jalur Maksiat Tak Jera di Terjang Penggusuran
Jalur maksiat di kawasan Parung, Tajur Halang dan Kemang Kabupaten Bogor tidak jera di terjang penggusuran. Kendati Pemerintah Kabupaten Bogor atas intruksi Bupati Bogor telah dijalankan aparaturnya Senin 20 April silam.
Jalur maksiat itu tetap menggeliat, para Pekerja Sex Komersial (PSK) tak lagi peduli Warung Remang-remang alias Warem di sana sudah menjadi onggokan kayu-kayu bekas tak berguna. Namun gubug senang yang sudah di luluh lantakan tak mampu bikin mereka jera.
“Ini soal perut, mas.” Kata Bu Indun pemilik warung remang-remang yang menampung sepuluh PSK di sana.
Atas nama kebutuhan perut, para PSK yang dijadikan gundik di sepanjang Parung tetap beroperasi. Mereka tetap menangkap peluang emas bagi hidung belang di kawasan maksiat tersebut.
“Semula kami cemas, biasa dapat uang tidak pegang uang kan tidak enak, Mas,”kata Melani, PSK yang menjanda akibat dicerai suaminya.
Melani akhirnya mencoba untuk menerjang bahaya. Dalam operasi ini, ia nekad beroperasi di jalur Jampang. Di ada beberapa PSK lainnya. Mereka tidak peduli semua. “Pokoknya saya harus hidup”.
Operasi yang Tidak Konsisten
Pengamatan WM di lokasi jalur maksiat itu, pihak Satpol PP tidak konsisten. Mereka tetap melakukan pengawasan pada bagunan liarnya saja, tapi tidak dibarengi dengan razia PSK yang tetap berkeliaran.
Polsek Kemang mungkin yang kerap rajin ‘memetik’ uang jagoan di jalur maksiat itu. WM kerap melihat dua oknum polisi yang menggunakan kijang Polisi berada diantara Warung Remang-Remang itu.
Merasa dibekikingi berbagai pihak PSK dan germo mendapat angin. Kepedulian masyarakat juga tidak lagi menonjol. Semua menjadi mahrum. Akibatnya anak di bawah umur kerap menjadi ekspoloitasi yang menonjol sebagai penjaja Seks. Usianya 13-19 tahun.
Pembongkaran
Jalur maksiat Parung sampai Kemang, Kabupaten Bogor 20 April silam sempat diwarnai kericuhan. Berbagai pihak menolak gubug-gubug mereka sebagai usaha warung burem menjadi sasaran petngas Satpol PP.
Pembongkaran disasar Satpol PP warung-warung yang di ketahui menjadi tempat praktek prostitusi. Namun beberapa warung yang bukan praktek prostitusi yang letaknya bersandingan di sepanjang jalan Raya Parung turut menjadi sasaran pembongkaran.
Hasanudin, salah seorang staf Desa Jampang, Kecamatan Kemang sempat beradu mulut dengan beberapa petugas Satpol PP. Hasan mengaku sudah melakukan pendataan bagunan yang harus dibongkar. Ia menyesali ada bagunan yang bukan tempat portitusi terkena imbasnya. (hais)
Sabtu
Jalur maksiat di kawasan Parung tidak jera di terjang penggusuran. PSK bergerilya mencari nafkah dan mengumbar sahwat dinginnya malam.
Label:
Berita




























