Edisi Minggu 11-17 Agustus 2008
Sudah Merdekakah Kita?
By. Hais Quraisi
Merdeka! Teman saya kok diam saja, kayaknya dia tidak tertarik dengan kata-kata itu dari saya. Persoalannya saya sudah semangat 45 untuk mengatakan merdeka padanya. Tapi dia diam saja! Bete nggak sih kalo anda di ‘gituin teman atau kekasih Anda.
Nah, sama deh dengan saya. Saya di diamkan seperti itu juga kesal. Entahlah apa yang ada dalam benaknya. Apa dia memang tidak tertarik dengan kata itu? Saya juga tidak tahu.
Lama juga loh saya cuekin teman saya itu. Massih dendam deh pokoknya. Tapi, saya pikir-pikir lagi, nggak enak juga sih diamin si Andi, sahabat saya yang tak tertarik menyahut salam kemerdekaan dari saya itu.
Kini, Andi akhirnya buka suara juga menyibak alasan kenapa ia tak membalas salam merdeka dari saya. Andi bilang, ia merasa dirinya belum merdeka karena makna merdeka bagi teman saya itu kebebasan untuk menikmati hasil bumi.
Andi bertutur, hasil bumi itu berupa fasilitas negri ini, seperti beras murah, buah-buahan hasil bumi, ikan hasil laut, dan minyak bumi. Kini rasanya sulit untuk kita peroleh, walau pun dapat, harganya pun selangit. Sebagai rakyat dia seperti belum miliki manfaat bumi itu. Dia mersa belum merdeka. Karena pengertian Andi tentang kemerdekaan adalah kebebasannnya dalam peroleh hak-hak manusia termasuk mudah peroleh hasil bumi Indonesia.
Saya akhirnya diam saja. Seperti Andi yang diam ketika saya ucapkan kata merdeka!
(Artikel ini di dukung: DANA PENSIUN PRDENSIAL. Dapat Asuransi Pendidikannya dan Asuransi Jiwa. Hanya 10x menabung per 10 tahun. Stop! Tinggal nikmati hasilnya. Hub. 02193203409)
Sabtu




























